MAKASSAR — Wakil Ketua PSI Gajah Sena Sulawesi Selatan, Andi Syahrial, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait maraknya antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di berbagai SPBU Kota Makassar.
Menyikapi situasi tersebut, pihaknya menyampaikan sejumlah usulan konkrit kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mengurai kemacetan serta meminimalisir potensi konflik di masyarakat.
Pernyataan ini ditujukan langsung kepada Walikota Makassar, Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda, serta Pemkot Makassar.
“Kami hadir mewakili masyarakat bawah yang merasakan langsung dampak dari kelangkaan dan antrean BBM ini. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, warga mengalami kelelahan hingga memicu potensi gesekan antarpenandri. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” ujar Andi Syahrial dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (12/9/2026).
Andi Syahrial menolak anggapan bahwa kepanikan warga semata-mata disebabkan oleh fenomena panic buying. Menurutnya, masyarakat di lapangan memang benar-benar membutuhkan BBM karena ketersediaan di kendaraan mereka sudah habis.
Untuk mengatasi persoalan ini, PSI Gajah Sena Sulsel mengajukan tiga poin solusi utama kepada pihak berwenang:
- Pengaktifan dan Pengawasan Pertamini:
Mengusulkan agar pemerintah mengkaji dan memfungsikan kembali unit Pertamini (minimal 1 hingga 3 titik strategis) dengan pasokan resmi serta pengawasan keamanan ketat setiap radius 1 km guna memecah konsentrasi antrean di SPBU.
- Penindakan Penjualan Eceran Ilegal:
Meminta jajaran TNI dan Polri menindak tegas serta mengidentifikasi oknum penjual BBM eceran yang memanfaatkan situasi, baik yang beroperasi di media sosial maupun di lapangan.
- Pengawasan Ketat SPBU dan Oknum Pelanggar:
Mendorong Pertamina dan aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap praktik penggunaan kode QR ganda serta menindak tegas kendaraan yang menggunakan tangki atau bak penampung BBM yang telah dimodifikasi.
Pihaknya menyatakan siap berkolaborasi dan turun langsung bersama pemerintah serta aparat dalam memantau dan mengawal penyaluran BBM agar kembali kondusif.
“Kami berharap Pak Walikota beserta seluruh jajaran Forkopimda dapat segera menindaklanjuti usulan ini demi kenyamanan dan keselamatan warga Makassar,” tutup Andi Syahrial.










